Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tantangan Serius Bagi Bitcoin: Analis Finansial Prediksi Masa Depan

Tantangan Serius Bagi Bitcoin: Analis Finansial Prediksi Masa Depan

andrianus.my.id, M E D A N --- Dalam sebuah cuitan menarik di platform Twitter belakangan ini, sosok trader berpengalaman dan analis finansial terkemuka, Gareth Soloway, memberikan pandangannya mengenai gelombang perubahan yang tengah melanda dunia Bitcoin (BTC). Dalam ulasannya, ia menggambarkan gambaran situasi terkini yang tengah dihadapi oleh mata uang kripto yang mendunia ini.

Soloway menilai bahwa saat ini pasar mata uang kripto tengah melewati masa-masa penuh ketidakpastian akibat kombinasi antara volume perdagangan yang menurun drastis dan desas-desus mengenai kemungkinan aksi jual BTC oleh perusahaan luar biasa, SpaceX.

"Dugaan tentang kemungkinan pemecatan kepemilikan BTC oleh SpaceX (meskipun belum terkonfirmasi) semakin meruncingkan penjualan dan memperkuat aksi jual dengan minimnya minat pembeli," ungkap Soloway dengan penuh keprihatinan.

Namun, perlu dicatat bahwa Soloway juga menyinggung fakta bahwa SpaceX sendiri sudah mencatatkan kerugian dari investasinya dalam Bitcoin akibat penurunan nilai aset tersebut. Fenomena ini sebenarnya tidak asing di dunia finansial, terutama ketika melibatkan jenis-jenis aset lainnya.

Menurut analisisnya, Bitcoin yang telah mengalami fluktuasi harga yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir ini mengalami penurunan drastis ketika melewati level support pada angka US$ 28.000.

Soloway juga menggarisbawahi potensi terjadinya efek domino akibat keterbatasan volume perdagangan ini, yang dapat berujung pada pergerakan harga yang berlebihan, yang kerap disebut sebagai "flash crash".

Tantangan Serius Bagi Bitcoin: Analis Finansial Prediksi Masa Depan

Selain itu, Soloway menunjukkan bahwa tembusnya batas di bawah angka US$ 28.000 menjadi sebuah momen krusial bagi Bitcoin. Mata uang kripto ini diberikan sekitar 24 jam untuk bisa kembali meraih level tersebut.

Namun, jika upaya ini gagal, Soloway mengingatkan akan meningkatnya kemungkinan terjadinya penurunan lebih lanjut hingga ke angka US$ 25.000.

"Apabila Bitcoin mencapai angka US$ 25.000, hal ini akan memiliki dampak psikologis yang sangat kuat. Di sinilah berita tentang pengajuan ETF spot oleh Black Rock menjadi berita besar. Harga kemungkinan akan melambung dari US$ 25.000 hingga US$ 31.000, sebagian besar akibat optimisme atas persetujuan proposal tersebut," tambahnya.

Namun, ia juga memberikan peringatan bahwa jika angka US$ 25.000 tidak mampu bertahan, maka level berikutnya yang krusial akan berada di sekitar US$ 20.000. Angka ini memiliki makna historis tersendiri, karena sebelumnya harga Bitcoin sempat jatuh pada titik ini, yang juga menandai runtuhnya institusi seperti Silicon Valley Bank dan bank-bank regional lainnya.

"Apabila angka US$ 20.000 berhasil ditembus, maka BTC berpotensi menguji titik terendah dalam siklus 52 minggu di kisaran US$ 15.700. Bahkan ada kemungkinan lebih rendah lagi, mencapai angka US$ 12.000 hingga US$ 13.000, atau bahkan mencapai US$ 9.000 hingga US$ 10.000," paparnya.

Namun, Soloway juga mengakui bahwa pandangannya ini sangat tergantung pada sentimen pasar secara keseluruhan, terutama mengenai penjualan aset berisiko tinggi yang bisa berdampak pada penurunan indeks NASDAQ hingga level terendah pada Oktober 2022, atau mungkin bahkan lebih rendah lagi. Jika skenario ini benar-benar terjadi, maka efek domino ini bisa membawa Bitcoin turun jauh di bawah level saat ini.

Namun, di tengah semua perubahan ini, Soloway tetap mempertahankan pandangannya tentang potensi jangka panjang Bitcoin yang positif. Ia menekankan bahwa para investor cerdas tetap percaya pada peran Bitcoin sebagai emas digital. Dengan demikian, ia menyarankan agar para investor tetap melakukan pembelian pada level dukungan kunci dan mengadopsi strategi akumulasi dolar.

"Meskipun dalam hal investasi saya mungkin dianggap sebagai 'generasi tua', pengalaman tetap memiliki nilai besar dalam dunia ini. Teruslah belajar dan pilih sumber yang tepat untuk diikuti," pungkas Soloway.


Posting Komentar untuk "Tantangan Serius Bagi Bitcoin: Analis Finansial Prediksi Masa Depan"