Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perubahan Pola Gaya Hidup di Masa Pandemi Corona COVID-19

 

Seiring seruan isolasi mandiri dengan tidak keluar rumah, kecuali dalam kondisi mendesak, demi memutus rantai penyebaran corona COVID-19, publik tengah membentuk rutinitas berbeda dengan ruang gerak terbatas dan minim mobilitas.

Berkaca pada situasi pandemi seperti sekarang, Staf Pengajar Departemen Sosiologi Fisip Universitas Indonesia Daisy Indira Yasmine menjelaskan, secara umum yang dirasakan masyarakat adalah khawatir.

"Baik khawatir tertular, khawatir menularkan, khawatir tentang dampak ekonomi secara pribadi, keluarga, usaha, khawatir dampak sosial ketika terjadi masalah ekonomi, khawatir pula terhadap kemampuan pemerintah menangani kasus bencana kesehatan ini," 

Ia menambahkan, publik juga tengah khawatir menghadapi kondisi ketidakpastian tentang sampai kapan kondisi ini akan berakhir. "Seakan masyarakat sedang dalam kondisi 'perang' melawan musuh 'virus' yang tidak pasti," imbuhnya.

Sementara, menurut pandangan seorang pemerhati sosial, Yusar, kondisi masyarakat di masa pandemi tak bisa digeneralisir. Pada masyarakat kelas menengah, umumnya sedang mengalami ketidakpastian dan kegundahan luar biasa.

Pada sebagian anggota masyarakat yang biasa bekerja pada sektor publik, muncul pula rasa bosan karena harus beraktivitas dan mengerjakan pekerjaan di rumah selama pandemi corona COVID-19.

"Di sisi lain, ada bagusnya juga. Misal, lalu-lintas tak sepadat pada masa pra pandemi, permukiman tak sepi di siang hari, atau kebersamaan dalam keluarga jadi lebih erat karena penghuni rumah beraktivitas di dalam rumah," katanya juga lewat pesan.

Namun, pada masyarakat kelas bawah yang harus berjuang mencari nafkah harian, kondisi pandemi ini tak terlalu berbeda dengan masa pra pandemi. "Mereka ini harus tetap beraktivitas seperti biasa agar kehidupan tetap berjalan," ucapnya.

Meski demikian, dikarenakan adanya keputusan kerja dari rumah, bodily distancing, ataupun informasi mengenai pandemi corona COVID-19, masyarakat kelas bawah turut terimbas. Contoh terkecilnya mereka mencoba menerapkan jaga jarak antarindividu.

"Dari sisi religi, juga terjadi perubahan kondisi. Ibadah rutin yang biasanya dilakukan

Posting Komentar untuk "Perubahan Pola Gaya Hidup di Masa Pandemi Corona COVID-19"